Pendaftaran SPMB Santri Baru Telah Dibuka!
Kembali ke Berita & Artikel
Berita & InformasiKamis, 21 November 2024

Visitasi Akreditasi Perdana MTs Hafidz Qur’an Al-Amin: Ikhtiar Mewujudkan Generasi Qur’ani Berkualitas

U

Ustadz Ahmad Fauzi, S.Pd.I

Penulis Resmi

122 Kali Dilihat
Visitasi Akreditasi Perdana MTs Hafidz Qur’an Al-Amin: Ikhtiar Mewujudkan Generasi Qur’ani Berkualitas
"Memasuki tahun kedua sejak berdiri, MTs Hafidz Qur’an Al-Amin Manyar Gresik menjalani visitasi akreditasi perdana selama dua hari penuh bersama tim asesor BAN-PDM dan pengawas madrasah."

Visitasi Akreditasi Perdana MTs Hafidz Qur’an Al-Amin: Ikhtiar Mewujudkan Generasi Qur’ani yang Berkualitas Manyar, Gresik — Memasuki tahun kedua sejak berdiri, MTs Hafidz Qur’an Al-Amin Manyar, Gresik, menjalani visitasi akreditasi perdana pada 20–21 November 2024. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi momentum penting bagi madrasah dalam mengevaluasi sekaligus menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan mutu pendidikan. Visitasi dilaksanakan oleh tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-PDM), yakni Ibu Hartini, S.Pd., M.Pd. selaku Asesor 1 dan Ibu Isti’anah, S.Pd., M.Pd. selaku Asesor 2. Bagi MTs Hafidz Qur’an Al-Amin yang masih tergolong lembaga pendidikan baru, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun tata kelola pendidikan yang berkualitas, akuntabel, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Persiapan Singkat, Semangat Tim Tetap Tinggi Salah satu tantangan dalam pelaksanaan akreditasi perdana ini adalah waktu persiapan yang relatif singkat. Kepala MTs Hafidz Qur’an Al-Amin, Ali Imron, M.Pd., menyampaikan bahwa madrasah hanya memiliki waktu sekitar lima hari untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan visitasi. “Persiapan akreditasi ini cukup mendadak sehingga kami harus bekerja ekstra, mengingat kami merupakan sekolah baru dan waktu yang diberikan oleh BAN-PDM sangat mendesak, hanya lima hari. Namun, alhamdulillah, teman-teman tim akreditasi sangat antusias dan berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi lembaga. Target yang kami canangkan adalah mendapatkan hasil unggul. Kami mohon doa agar nantinya hasil yang diperoleh sesuai dengan harapan bersama,” tutur Ali Imron. Keterbatasan waktu tersebut tidak menyurutkan semangat tim akreditasi. Seluruh anggota tim berupaya menyiapkan dokumen, bukti pendukung, serta berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan yang menjadi bagian dari proses penilaian. Kesungguhan ini menjadi wujud komitmen bersama dalam membangun fondasi mutu madrasah sejak awal perkembangannya. Hari Pertama: Seremonial, Penguatan Komitmen, dan Peninjauan Madrasah Hari pertama visitasi diawali dengan kegiatan seremonial yang dihadiri oleh pengasuh sekaligus perwakilan Yayasan Pesantren Al Amin Al Fatih, Ustaz Amrullah Marzuqi, pengawas madrasah, Ibu Fitrotul Khoiriyah, M.Pd., serta tim akreditasi MTs Hafidz Qur’an Al-Amin. Dalam sambutannya, Ustaz Amrullah Marzuqi, yang akrab disapa Ustaz Aam, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pelaksanaan visitasi akreditasi perdana di MTs Hafidz Qur’an Al-Amin. Ia juga berharap agar pihak pengawas dan tim asesor dapat memberikan arahan serta bimbingan bagi pengembangan lembaga, mengingat madrasah masih berada dalam tahap awal pertumbuhan. Menurutnya, pendampingan dari berbagai pihak sangat penting agar madrasah dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan secara berkelanjutan. Sementara itu, pengawas madrasah, Ibu Fitrotul Khoiriyah, M.Pd., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim akreditasi yang telah bekerja keras mempersiapkan visitasi dalam waktu yang sangat terbatas. Ia berharap kerja keras dan kekompakan tim tersebut dapat membuahkan hasil yang membanggakan bagi madrasah. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Madrasah Ali Imron, M.Pd., memaparkan latar belakang pendirian serta arah pengembangan MTs Hafidz Qur’an Al-Amin. Sebagai madrasah berbasis pondok pesantren dan tahfidz Al-Qur’an, lembaga ini memiliki visi untuk mencetak generasi Qur’ani yang unggul, khususnya dalam membentuk kader penghafal Al-Qur’an yang berkarakter dan berwawasan luas. Pak ali (sapaan akrab beliau) juga menjelaskan bahwa madrasah berkomitmen menjalankan pendidikan yang berlandaskan paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dengan tradisi keagamaan yang moderat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran dan pembiasaan keagamaan di lingkungan madrasah maupun pesantren, termasuk tahlilan, peringatan Maulid Nabi Muhammad saw., serta berbagai amaliyah keagamaan yang lazim dijalankan dalam tradisi Nahdlatul Ulama. Ia menegaskan bahwa pendidikan di MTs Hafidz Qur’an Al-Amin diarahkan untuk membentuk peserta didik yang kuat dalam nilai-nilai keislaman, memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta mampu mengembangkan potensi akademik dan karakter secara seimbang. Setelah rangkaian seremonial, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lingkungan madrasah. Tim asesor melakukan observasi terhadap berbagai sudut dan fasilitas madrasah sebagai bagian dari proses verifikasi kondisi faktual di lapangan. Dokumentasi kegiatan dan bukti pendukung disiapkan serta disampaikan kepada tim verifikator sesuai kebutuhan, sehingga data yang disajikan dapat diperiksa kesesuaiannya dengan kondisi nyata. Hari Kedua: Pendalaman Data dan Observasi Proses Pembelajaran Pada hari kedua, kegiatan visitasi difokuskan pada audiensi, wawancara, serta pendalaman informasi bersama para pemangku kepentingan madrasah ( stakeholders ). Pihak-pihak yang terlibat meliputi unsur yayasan, wali siswa, peserta didik, dan komite madrasah. Melalui sesi tanya jawab tersebut, tim asesor menggali informasi mengenai penyelenggaraan pendidikan, tata kelola madrasah, dukungan orang tua, pengalaman belajar peserta didik, serta peran berbagai pihak dalam mendukung perkembangan lembaga. Rangkaian kegiatan juga mencakup supervisi lapangan terhadap proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Observasi ini menjadi bagian penting dalam melihat pelaksanaan pembelajaran secara langsung, termasuk kesesuaian antara perencanaan, pelaksanaan, dan bukti pendukung yang telah disiapkan oleh madrasah. Seluruh rangkaian visitasi selama dua hari tersebut menjadi kesempatan bagi MTs Hafidz Qur’an Al-Amin untuk menunjukkan kondisi riil penyelenggaraan pendidikan sekaligus memperoleh masukan bagi peningkatan mutu layanan pendidikan ke depan. Apresiasi Asesor dan Catatan untuk Pengembangan Madrasah Rangkaian visitasi akreditasi selama dua hari ditutup dengan seremonial singkat yang diisi dengan penyampaian catatan dan masukan dari tim asesor. Dalam kesempatan tersebut, kedua asesor menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan MTs Hafidz Qur’an Al-Amin, mengingat usia lembaga yang saat itu baru memasuki tahun kedua sejak berdiri. Apresiasi tersebut tidak terlepas dari perkembangan jumlah peserta didik yang cukup menggembirakan. Pada saat visitasi berlangsung, MTs Hafidz Qur’an Al-Amin memiliki 77 peserta didik kelas VII dan 57 peserta didik kelas VIII, sehingga total terdapat 134 peserta didik. Saat itu, madrasah belum memiliki kelas IX maupun lulusan karena masih berada dalam tahap awal pengembangan. Berdasarkan hasil pengamatan selama proses visitasi, kedua asesor melihat arah perkembangan madrasah yang positif. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi MTs Hafidz Qur’an Al-Amin untuk terus bertumbuh sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren dan tahfidz Al-Qur’an. Meski demikian, tim asesor juga memberikan sejumlah catatan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan. Seluruh pemangku kepentingan madrasah didorong untuk terus belajar, meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga, serta melengkapi sarana dan prasarana penunjang pendidikan agar proses pembelajaran dan layanan kepada peserta didik dapat berjalan semakin optimal. Masukan tersebut menjadi bagian penting dari proses akreditasi, bukan semata-mata sebagai evaluasi terhadap kondisi madrasah saat itu, melainkan juga sebagai pijakan untuk menentukan langkah pengembangan berikutnya. Bagi MTs Hafidz Qur’an Al-Amin, apresiasi dan catatan dari tim asesor menjadi dorongan untuk terus berbenah, memperkuat kerja sama seluruh pemangku kepentingan, serta menjaga konsistensi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Pada saat penutupan visitasi tersebut, hasil akhir akreditasi belum diumumkan. Oleh karena itu, madrasah memandang seluruh rangkaian kegiatan ini sebagai bagian dari ikhtiar membangun tata kelola pendidikan yang lebih baik dan berkelanjutan. Pelaksanaan visitasi akreditasi perdana pada tahun kedua sejak berdiri menjadi pengalaman penting bagi MTs Hafidz Qur’an Al-Amin. Di tengah keterbatasan waktu persiapan dan tantangan sebagai lembaga yang masih berkembang, madrasah berupaya menunjukkan kesungguhan dalam membangun sistem pendidikan yang tertata, transparan, dan berorientasi pada kualitas. Lebih dari sekadar proses penilaian, akreditasi menjadi momentum refleksi dan evaluasi untuk memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memastikan bahwa pendidikan berbasis pesantren dan tahfidz Al-Qur’an dapat berjalan seiring dengan pengembangan akademik dan pembentukan karakter peserta didik. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan yayasan, pengawas, orang tua, serta seluruh warga madrasah, MTs Hafidz Qur’an Al-Amin terus berikhtiar mewujudkan generasi Qur’ani yang cerdas dalam berpikir, bertindak, dan berbicara. Semoga ikhtiar ini menjadi langkah awal yang membawa keberkahan dan kemajuan bagi MTs Hafidz Qur’an Al-Amin dalam mengembangkan pendidikan Islam yang berkualitas./imron MTs Hafidz Qur’an Al-Amin — Berbasis Pesantren dan Tahfidz Al-Qur’an.

Kategori: Berita & Informasi