Tingkatkan Mutu Pembelajaran, MTs Hafidz Qur’an Al-Amin Gelar Pendampingan Modul Ajar Berbasis PM-KBC & AI
Ustadz Ahmad Fauzi, S.Pd.I
Penulis Resmi

Tingkatkan Mutu Pembelajaran , MTs Hafidz Qur’an Al-Amin Gelar Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Berbasis PM-KBC Manyar , Gresik — 7 Agustus 2025. MTs Hafidz Qur’an Al-Amin Manyar , Gresik, menyelenggarakan kegiatan pendampingan penyusunan modul ajar berbasis Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta (PM-KBC) dengan menghadirkan pengawas madrasah, Ibu Fitrotul Khoiriyah , M.Pd . Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dewan guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pendidik sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran di madrasah. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan Kepala MTs Hafidz Qur’an Al-Amin, Ali Imron , M.Pd . Dalam sambutannya , ia menekankan bahwa pendampingan tersebut tidak sekadar menjadi forum penyampaian materi , tetapi harus menghasilkan produk nyata yang dapat langsung dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar . “ Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti pada pemahaman materi , tetapi menghasilkan modul ajar berbasis PM-KBC yang siap diterapkan di kelas . Dengan demikian , pendampingan ini benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pembelajaran di madrasah,” ungkap Ali Imron , M.Pd . Setelah sambutan kepala madrasah, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh pengawas madrasah, Ibu Fitrotul Khoiriyah , M.Pd ., yang akrab disapa Bu Pipit. Ia memaparkan konsep dan langkah-langkah penyusunan modul ajar berbasis PM-KBC, mulai dari perencanaan pembelajaran hingga integrasi nilai-nilai yang diharapkan tumbuh dalam diri peserta didik . Dalam pemaparannya , Bu Pipit menjelaskan bahwa PM-KBC mengarahkan pembelajaran agar berlangsung secara berkesadaran , bermakna , dan menggembirakan . Selain itu , pembelajaran perlu memperhatikan dimensi profil lulusan serta mengintegrasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta , seperti cinta kepada Allah dan Rasul -Nya, cinta ilmu , cinta diri dan sesama , cinta lingkungan , serta cinta tanah air. “ Saat ini , penyusunan modul ajar dapat lebih terbantu dengan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau AI. Guru perlu menyusun prompt yang sesuai dengan kebutuhan , karakteristik peserta didik , dan tujuan pembelajaran . Hasilnya kemudian ditelaah , disesuaikan , dan disempurnakan secara berkala agar benar-benar relevan dengan kondisi pembelajaran di kelas ,” jelas Bu Pipit. Ia juga menekankan bahwa pemanfaatan AI bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai alat bantu untuk mempercepat pekerjaan dan memberi ruang bagi guru untuk lebih fokus pada kualitas proses pembelajaran . Modul yang dihasilkan tetap perlu disesuaikan dengan konteks madrasah, kebutuhan peserta didik , serta nilai-nilai yang ingin ditanamkan . Praktik Langsung dan Presentasi Hasil Penyusunan Modul Untuk memastikan materi dapat dipahami dan diterapkan , kegiatan tidak berhenti pada pemaparan teori . Seluruh guru langsung mempraktikkan penyusunan modul ajar berbasis PM-KBC dengan memanfaatkan panduan dan contoh prompt yang telah disampaikan . Dalam sesi ini , para guru mulai mengembangkan modul ajar sesuai mata pelajaran masing-masing . Hasil pekerjaan kemudian didemonstrasikan dan dipresentasikan di hadapan peserta lain. Melalui sesi tersebut , guru memperoleh kesempatan untuk menunjukkan hasil penyusunan sekaligus mendapatkan masukan sebagai bahan penyempurnaan . Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung sebagai ruang diskusi bagi para guru untuk memperjelas pemahaman , menyampaikan kendala , dan mendalami penerapan PM-KBC dalam pembelajaran sehari-hari . Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto seluruh peserta . Langkah Nyata Menuju Pembelajaran yang Lebih Berkualitas Pendampingan ini menjadi salah satu langkah MTs Hafidz Qur’an Al-Amin dalam membangun budaya kerja guru yang produktif , adaptif terhadap perkembangan teknologi , dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran . Melalui penyusunan modul ajar berbasis PM-KBC, guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi , tetapi juga membangun karakter , menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu , serta memperkuat nilai-nilai keislaman . Ke depan , modul yang telah disusun diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar , dievaluasi secara berkala , dan disempurnakan berdasarkan kebutuhan nyata peserta didik . Dengan ikhtiar berkelanjutan ini , MTs Hafidz Qur’an Al-Amin terus berkomitmen mewujudkan pendidikan berbasis pesantren dan tahfidz Al-Qur’an yang berkualitas , demi terbentuknya generasi Qur’ani yang cerdas dalam berpikir , bertindak , dan berbicara . / ali