Outing Class Edukatif MTs Hafidz Qur’an Al-Amin: Kenalkan Budaya Lokal Gresik Lewat Membatik & Jelajah Kampung Kemasan
Ustadz Ahmad Fauzi, S.Pd.I
Penulis Resmi

MTs Hafidz Qur’an Al-Amin Gelar Outing Class Edukatif Kenalkan Budaya Lokal Gresik lewat membatik dan Jelajah kampung kemasan Sebanyak 56 siswa MTs Hafidz Qur’an Al-Amin mengikuti kegiatan outing class pada 4–5 Mei 2026 di Batik Gajah Mungkur dan Kampung Kemasan. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan sejarah dan kearifan lokal Gresik melalui pembelajaran langsung di luar kelas. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi integrasi kurikulum sekolah berbasis literasi yang diterapkan madrasah. Melalui kegiatan observasi lapangan, siswa diarahkan untuk mengumpulkan informasi, mencatat hasil pengamatan, menyusun laporan kegiatan, hingga mempresentasikan hasilnya secara berkelompok setelah kembali ke sekolah. Sebelum kegiatan dimulai, siswa terlebih dahulu dibekali arahan teknis penyusunan laporan sebagai bentuk tindak lanjut pembelajaran berbasis literasi dan penguatan keterampilan komunikasi siswa. Guru pendamping, Ika Sari Maulidah, menjelaskan bahwa siswa mendapatkan materi mengenai sejarah Rumah Gajah Mungkur, ragam motif batik khas Gresik, hingga sejarah kawasan Kampung Kemasan dan benda-benda peninggalan zaman dahulu. Selain menerima materi, siswa juga mengikuti praktik membatik secara langsung menggunakan canting. Dalam kegiatan tersebut, siswa belajar membuat pola sederhana, mencanting malam di atas kain, serta mengenal teknik dasar membatik yang benar. “Melalui kegiatan ini siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mengenal budaya lokal dan proses membatik khas Gresik,” ujarnya. Owner Batik Gajah Mungkur, Choiri, menyampaikan bahwa tempat tersebut memiliki ciri khas arsitektur perpaduan empat budaya, yakni Tiongkok, Jawa, Kolonial, dan Arab, serta ikon patung gajah mungkur. Menurutnya, para siswa terlihat sangat antusias selama kegiatan berlangsung, terutama saat praktik membatik. “Ada beberapa anak yang mulai terlihat bakat seninya. Harapannya, siswa semakin mencintai seni dan budaya lokal agar tetap lestari,” tuturnya. Di Kampung Kemasan, siswa diajak mengenal sejarah kota lama Gresik sekaligus melihat berbagai benda kuno seperti setrika arang dan koran lawas. Kegiatan juga diisi dengan sesi foto yearbook siswa. Salah satu siswa kelas IX A, Ahmad Faidlur Rabbani Hakim, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan pengalaman belajar mencanting dan melihat motif-motif batik khas Gresik menjadi pengalaman yang paling berkesan. “Seru banget, jadi tambah pengalaman dan wawasan tentang Kota Gresik,” ungkapnya. Melalui outing class ini, madrasah berharap siswa semakin mengenal sejarah, seni, dan budaya lokal Gresik serta mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya daerah melalui pengalaman belajar yang menyenangkan, kontekstual, dan berbasis literasi./Ia.